Fungsi Geomembrane HDPE Berdasarkan Ketebalannya

February 12, 2020

Geomembrane HDPE merupakan lapisan plastik kedap air yang banyak digunakan di beberapa industri sebagai pelapis, namun pada umumnya hanya industri perikanan dan kelautan serta pertanian yang paling sering menggunakannya.

 

Pada industri perikanan dan kelautan sendiri geomembrane HDPE banyak digunakan sebagai alas tambak udang, tambak garam serta alas kolam ikan. Sementara untuk industri pertanian, geomembrane HDPE biasanya digunakan sebagai alas pada kolam limbah dan lapisan pipa pada saluran under drain.

Sumber: indiamart.com

 

Geomembrane HDPE terbagi menjadi beberapa bagian berdasarkan ketebalannya dan setiap ketebalan memiliki fungsinya masing-masing. Ketebalan dari geomembrane HDPE dimulai dari 0,3 mm 0,5 mm, 0,75 mm, 1 mm, 1,5 mm, dan 2 mm.

 

Geomembrane HDPE Ketebalan 0,3 mm

Geomembrane HDPE dengan ketebalan 0,3 mm merupakan yang paling tipis di kelasnya. Namun, masih cukup kuat dalam mencegah terjadinya kebocoran. Geomembrane HDPE dengan ketebalan 0,3 mm biasanya digunakan sebagai alas tambak garam, karena selain tahan terhadap kebocoran, geomembrane HDPE ini juga tahan terhadap korosi dan paparan sinar matahari langsung. Tambak garam tidak membutuhkan geomembrane dengan ketebalan yang tinggi karena garam memiliki tekstur yang halus dan tidak memberikan gesekan yang terlalu besar.

 

Geomembrane HDPE Ketebalan 0,5 mm

Geomembrane HDPE ketebalan 0,5 mm biasanya digunakan pada tambak udang karena memiliki ketebalan yang mampu menahan gesekan yang ditimbulkan oleh udang. Hal ini dikarenakan udang termasuk hewan bercangkang yang aktif bergerak sehingga membutuhkan geomembrane yang lebih tebal untuk melapisi dasar tambak agar tidak mudah bocor.

 

Selain mencegah kebocoran akibat gesekan yang ditimbulkan oleh udang, geomembrane juga mencegah terjadinya pencemaran air pada tambak dengan cara menahan tanah dasar tambak itu sendiri. Sehingga proses budidaya lebih terjamin dan produksi menjadi lebih optimal.

 

Geomembrane HDPE Ketebalan 0,75 – 2 mm

Selain kedap air dan tahan terhadap paparan matahari secara terus menerus, geomembrane juga dikenal memiliki ketahanan terhadap zat asam. Hal inilah yang membuat industri pertanian memilih geomembrane sebagai alas pada kolam pengolahan limbah yang mereka miliki.

 

Pemilihan ketebalan geomembrane untuk kolam limbah dilakukan berdasarkan tingkat keasaman limbah serta material yang terkandung di dalamnya. Biasanya, pelaku industri menggunakan geomembrane dengan ketebalan 1,5 mm pada kolam limbahnya.

 

 

 

Baca Juga:

Please reload

Featured Posts

Alat dan Bahan Untuk Proses Hatchery Udang Vaname

January 20, 2020

1/10
Please reload

Recent Posts
Please reload

CONTACT US

061-4571224

061-4571571

061-4534443

Medan - Head office:

Jl. Sutomo no. 560, Medan 20231

Indonesia

  • Facebook Social Icon
  • Google+ Social Icon
  • YouTube Social  Icon